Raih Kemenangan Bersama Kami di TOBA4D | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus Rollingan 0,8% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : E32C4E03 | LINE : toba_4d | WA : +855 96 202 2548

Tak Hanya Apik Jadi Playmaker, Totti Tajam sebagai Penyerang

https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 28 51 2072242 tak-hanya-apik-jadi-playmaker-totti-tajam-sebagai-penyerang-GyrLz3fPXU.jpg

TOBA4D Francesco Totti  mulai serius menekuni sepakbola sejak kecil. Menginjak usia 10 tahun ia bergabung dengan salah satu klub lokal di Kota Roma. Penampilan Totti yang lebih menonjol dibanding anak-anak lain seusianya membuatnya dilirik akademi AS Roma pada 1989. 

Setelah melalui perjalanan cukup Panjang, pemain kelahiran 27 September 1976 itu kemudian mulai menapaki kariernya di tim senior pada 1993. Totti melakukan debutnya saat usianya menginjak 16 tahun ketika AS Roma menang 2-0 di markas Brescia pada 28 Maret 1993.
Totti kemudian terus tumbuh menjadi salah satu pemain muda potensial yang dimiliki Roma. Tampil berkilau dalam setiap laga, Totti akhirnya didapuk sebagai kapten meski baru usia 22 tahun. Pencapaian itu membuat Totti menyandang predikat sebagai kapten termuda dalam sejarah klub sepakbola Roma.
Sejak saat itu, Totti telah menghabiskan seluruh karirrnya bersama Roma dan memenangkan beberapa gelar juara baik tim maupun individu. Beberapa trofi yang disabet Totti adalah Liga Italia 2000-2001, dua gelar Supercopa Italia pada 2001 dan 2007, juga dua gelar Coppa Italia pada 2006-2007 dan 2007-2008.
idak hanya itu, berbagai gelar individu juga berhasil diraihnya. Beberapa di antaranya adalah pemain muda terbaik Liga Italia pada 1999, pemain terbaik Liga Italia pada 2000 dan 2003. Ia juga pernah dinobatkan sebgai pencetak gol terbanyak Liga Italia pada musim kompetisi 2006-2007.
Ada fakta menarik sebelum Totti menjadi sosok penting di lini sentral tim. Totti ternyata pernah ditugaskan sebagai sayap kiri dan bermain lebih menyerang. Hal itu terjadi pada 1998-1999 saat AS Roma ditangani oleh Zdnek Zeman. Strategi Zeman cukup berjalan baik dan Totti pun dapat mencetak banyak gol dalam satu musim. 
Akan tetapi, di musim kedua tidak banyak peningkatan yang terlihat. Totti pun kemudian kembali di posisikan sebagai playmaker. Selanjutnya pada 2004-2009, Totti lebih banyak dimainkan sebagai penyerang. 
Hal itu karena seiring bertambahnya usia, Totti sudah tak kuat lagi menyisir segala penjuru lini tengah. Karena itu, Totti diposisikan sebagai penyerang dan hasilnya positif. Berkat tampil di posisi terdepan, Totti keluar sebagai top skor Liga Italia 2006-2007 dengan koleksi 26 gol. Setelah 2009, Totti berpindah-pindah posisi dari depan ke playmaker atau sebaliknya, hingga akhirnya ayah tiga anak tersebut pensiun pada pertengahan 2017.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.