Raih Kemenangan Bersama Kami di TOBA4D | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus Rollingan 0,8% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : E32C4E03 | LINE : toba_4d | WA : +855 96 202 2548

Makna di Balik Julukan Batigol Milik Batistuta

https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 05 51 2075113 makna-di-balik-julukan-batigol-milik-batistuta-UV9uYpmqol.jpg

TOBA4D Gabriel Batistuta adalah salah satu penyerang tajam yang namanya tercatat dalam buku sejarah sepakbola dunia dengan tinta emas. Ketajaman di depan gawang lawan membawa Batistuta meraih banyak julukan.
Pria berpaspor Argentina tercatat memiliki tiga julukan yakni Batigol, El Angel Gabriel dan Lion King. Kendati demikian, julukan Batigol lebih melekat pada Batistuta. Ada rahasia yang jarang orang ketahui bahwa julukan Batigol sejatinya adalah sebuah akronim.
B berasal dari kata Bravery yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah keberanian. Batistuta memang terkenal dengan keberaniannya untuk berduel dengan lawan. Keberanian itu muncul karena Batistuta hanya punya satu tujuan yakni mencetak gol dan memeberikan kemenangan untuk tim yang ia bela.
A merujuk pada kampung halaman Batistuta yakni Avellanade yang berada di Argentina. Batistuta adalah salah satu bakat alami yang dimiliki Argentina sejak era Mario Kempes dan Diego Armando Maradona. Kelihaian Batistuta dalam mengolah si kulit bundar selalu memberitahu orang bahwa ia berasal dari Argentina. Kualitas Batistuta dilengkapi dengan ketajamannya di depan gawang lawan.
T berasal dari kata Thirty yang merujuk pada fakta keberhasilan Batistuta meraih scudetto pada usia di atas 30 tahun. Trofi Liga Italia adalah sesuatu yang amat diidam-idamkan Batistuta selama sembilan musim membela Fiorentina sejak 1991-2000. Batistuta baru mampu merebut Scudetto saat membela AS Roma di musim 2000-2001 saat berusia 32 tahun. Keberhasilan Batistuta meraih Scudetto kala itu semakin lengkap dengan torehan 20 gol yang ia buat untuk I Lupi –julukan Roma. 
I berasal dari kata Ikon yang merujuk pada Batistuta sebagai simbol penyerang haus gol di era 1990-an dan 2000-an. G merujuk pada Goal (gol dalam bahasa Indonesia) merujuk pada banyaknya gol yang dibuat Batistuta. O merujuk pada kandang Roma, Olimpico Stadium, yang merupakan tempat bersejarah bagi Batistuta saat mengangkat scudetto.
Sementara itu, L berasal dari kata Loyalty yang merujuk pada loyalitas Batistuta terhadap Fiorentina. Pria berpaspor Argentina itu sejatinya tak perlu menunggu hingga sembilan musim untuk pindah dari Fiorentina.
Kesempatan untuk pergi datang saat Batistuta yang dibeli Fiorentina pada musim panas 1991 harus merasakan degradasi dengan La Viola –julukan Fiorentina– pada musim 1992-1993. Akan tetapi, Batistuta memilih untuk bertahan dengan Fiorentina untuk membawa La Viola kembali ke Liga Italia semusim setelahnya.
Menilik pada pemaparan di atas maka julukan Batigol memang sangat cocok dengan Batistuta. Kendati demikian, ada satu hal lagi yang identik dengan Batistuta yakni selebrasinya seusai mencetak gol yang menirukan seseorang sedang menembakkan senapan mesin. Kedua hal itu jadi ciri khas Batistuta hingga ia pensiun pada 2005.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.