Raih Kemenangan Bersama Kami di TOBA4D | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus Rollingan 0,8% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : E32C4E03 | LINE : toba_4d | WA : +855 96 202 2548

Arjen Robben : Guardiola Lebih Unggul Dari Mourinho


TOBA4D – Legenda Bayern Munchen Arjen Robben menilai Josep Guardiola adalah sosok manajer yang lebih baik ketimbang Jose Mourinho.

Legenda Bayern Munchen Arjen Robben menilai Josep Guardiola adalah sosok manajer yang lebih baik ketimbang Jose Mourinho.
Winger asal Belanda ini pernah melanglang buana di sejumlah klub besar di Eropa. Mulai dari PSV Eindhoven, Chelsea, Real Madrid hingga Bayern Munchen.
Ia pun pernah dipoles oleh sejumlah pelatih top dunia. Di Chelsea ia pernah dilatih oleh Mourinho.
Di Madrid, ia pernah ditangani oleh Bernd Schuster. Di Bayern, ia pernah mencicipi polesan Louis Van Gaal, Jupp Heynckes, Guardiola dan Carlo Ancelotti. 

Yang Terbaik

Robben kemudian ditanya siapa pelatih terbaik yang pernah menanganinya. Ia mengaku kesulitan untuk menentukan siapa yang pantas di posisi puncak.
Akan tetapi setelah mempertimbangkan dengan masak-masak, ia pun memilih Guardiola. Manajer asal Spanyol itu melatihnya dari tahun 2013 hingga 2016.
“Tentu saja itu sulit. Tetapi jika Anda bertanya kepada saya siapa yang terbaik, saya katakan Pep Guardiola. Saya sangat menikmatinya. Dari segi sepak bola, ia sangat brilian,” pujinya seperti dilansir Goal International.
“Ketika Pep datang, umur saya sudah 30 tahun. Anda hanya berusaha untuk tetap konstan dan tidak menjadi lebih buruk,” kenang Robben.
“Tapi di bawahnya saya menjadi lebih baik lagi. Saya tiba-tiba bermain di posisi yang berbeda di mana saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan bermain di sana. Ia yang terbaik,” tegasnya.

Keputusan Pensiun

Robben saat ini sudah berusia 35 tahun. Ia sudah angkat kaki dari Bayern.
Ia sempat disebut masih akan bermain lagi selepas dari Bayern. Akan tetapi ia kemudian memutuskan untuk pensiun.
“Keputusan untuk berhenti sangat, sangat sulit bagi saya. Tetapi pada akhirnya, saya pikir itu keputusan yang benar. Saya ingin istirahat dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Bagus rasanya tidak melakukan hal yang ada hubungannya dengan sepak bola jika Anda telah hidup sebagai seorang profesional sejak lama. Setelah beberapa saat, kita akan melihatnya,” tuturnya.
“Saya mulai sebagai profesional pada usia 16, dan hidup Anda adalah sepak bola selama 24 jam sehari. Keluarga harus bergabung dan sekarang saatnya untuk membalas mereka,” serunya.
“Kami memanfaatkan sepenuhnya liburan ini. Sekarang anak-anak kembali ke sekolah dan kehidupan sehari-hari dimulai lagi,” tandas Robben.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.