Raih Kemenangan Bersama Kami di TOBA4D | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus Rollingan 0,8% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : E32C4E03 | LINE : toba_4d | WA : +855 96 202 2548

Gary Neville Tidak Ingin Melatih Lagi, Trauma Dari Valencia


TOBA4D – Legenda Manchester United Gary Neville menegaskan ia tak akan kembali terjun ke dunia kepelatihan.

Legenda Manchester United Gary Neville menegaskan ia tak akan kembali terjun ke dunia kepelatihan.
Gary sempat dipercaya menjadi arsitek Valencia pada musim 2015-16 lalu. Ia mau saja menerima tugas itu karena sebelumnya memiliki pengalaman bersama Timnas Inggris.
Ia menjadi asisten pelatih di skuat The Three Lions dari tahun 2012 hingga 2016. Di Valencia, ia bekerja sama dengan adiknya, Phil Neville.
Gary diangkat jadi bos Valencia pada 2 Desember 2015. Keputusan ini mengejutkan karena ia dinilai kurang berpengalaman dan tak lancar berbahasa Spanyol.

Catatan Buruk

Di laga perdananya, Valencia dihadapkan dengan Lyon di Liga Champions. Hasilnya, timnya kalah 2-0 dan terdepak keluar dari Liga Champions.
Pada 3 Februari 2016, Valencia bersua Barcelona di leg pertama semifinal Copa Del Rey. Bermain di Camp Nou, mereka digilas 7-0.
Kekalahan ini diderita setelah sebelumnya Valencia berlaga tanpa bisa meraih satu kemenangan pun di La Liga dari delapan pertandingan.
Valencia baru bisa meraih kemenangan perdananya saat menjamu Espanyol pada 13 Februari 2016. Namun pada Maret 2016, Gary akhirnya didepak dari klub tersebut.
Total di bawah asuhannya, Valencia hanya menang tiga kali dari 16 pertandingan di liga. Tim asuhannya itu juga tak pernah sekali pun bisa mencetak clean sheet.

Ogah Balik

Gary kemudian mengungkapkan bahwa pengalaman itu terbukti menjadi sebuah pembelajaran bagi dirinya, khususnya dalam menentukan masa depannya.
“Tidak ada satu bagian pun dari saya yang bangun dan berpikir ‘Saya ingin berada di bidang kepelatihan’,” ungkap Neville kepada BBC.
“Saya terjun ke manajemen di Valencia dan itu mungkin salah satu kurva pembelajaran terbaik yang pernah saya miliki. Itu adalah sebuah sentilan di telinga, kadang-kadang Anda membutuhkannya dalam hidup. Saya lebih tertarik di ruang dewan klub atau di sisi bisnis,” akunya.
“Sisi sepakbola yang saya sukai. Saya suka menonton pertandingan tetapi saya tidak ingin berada di lapangan latihan, saya merasa telah melakukan bagian itu dalam hidup saya dan ingin move on,” tegasnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.