Raih Kemenangan Bersama Kami di TOBA4D | Bonus Cashback Sportbook dan Sabung Ayam 15% | Bonus Refferal 2% | Bonus Rollingan 0,8% | Diskon Togel Terbesar 66% | MIN DEPOSIT HANYA 50RB!| BBM : E32C4E03 | LINE : toba_4d | WA : +855 96 202 2548

Jordan Henderson Memang Kapten Bukan Pemimpin

TOBA4D – Jordan Henderson memang menyandang ban kapten tapi pemimpin sesungguhnya di skuat The Reds adalah Virgil Van Dijk.
Jordan Henderson memang menyandang ban kapten tapi pemimpin sesungguhnya di skuat The Reds adalah Virgil Van Dijk.
Henderson sudah menjadi kapten Liverpool sejak tahun 2014. Ia awalnya diangkat menjadi wakil kapten oleh Brendan Rodgers sepeninggal Daniel Agger.
Setelah Steven Gerrard pergi dari Liverpool, Henderson pun didapuk menjadi kapten baru The Reds. Jabatan itu masih ia pegang sampai saat ini.
Sekarang ini, James Milner adalah wakil kaptennya. Van Dijk adalah wakil kapten kedua dan Georginio Wijnaldum wakil kapten ketiga.
Penuhi Kriteria Sebagai Pemimpin
Hyypia mengatakan bahwa Van Dijk memang tak memiliki jabatan sebagai kapten. Namun hal itu tak menghapus fakta bahwa bek 28 tahun itu memiliki semua persyaratan yang dibutuhkan untuk jadi seorang pemimpin.
“Ia tidak mendapatkan ban kapten, tetapi ia memiliki semua atribut seorang pemimpin. Anda tidak perlu ban kapten untuk menjadi pemimpin atau karakter penting di lapangan atau di ruang ganti,” cetusnya pada Mirror.
“Kami membutuhkan seorang pemimpin dan, ketika Virgil tiba, ia mengisi kekosongan itu. Menurut pendapat saya, Jordan Henderson dan James Milner adalah kapten dan wakil kapten yang baik, tetapi tidak cukup hanya memiliki dua – Anda mungkin membutuhkan empat atau lima,” serunya.
“Virgil adalah tambahan yang bagus untuk itu dan ia melepaskan beban dari dua kapten lainnya,” sambung Hyypia.
Kepingan Terakhir
Hyypia menyebut Van Dijk punya pengaruh yang sangat besar kepada skuat Liverpool. Khususnya pada rekan-rekannya di lini belakang.
Pria berusia 46 tahun ini mengatakan bahwa Van Dijk juga akan berperan besar membantu Liverpool meraih trofi juara liga, yang terakhir mereka menangi pada tahun 1990 silam.
“Ia memberi banyak kepercayaan diri kepada semua orang, selalu berbicara di lapangan dan membuat semua orang di sekitarnya bermain lebih baik,” serunya.
“Bagi saya, ia adalah kepingan terakhir dari teka-teki dalam mencari gelar Premier League pertama,” sambungnya.
“Dari segi penyerangan, kami pergi ke arah yang benar, tetapi, dalam pertahanan, kami membutuhkannya untuk menutup lingkaran,” pungkas Hyypia.
Musim ini Liverpool sudah melakoni delapan pertandingan. Virgil Van Dijk dkk pun berhasil menyapu bersih semua laga itu dengan kemenangan. Setelah jeda internasional ini, The Reds akan bersua dengan Manchester United.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.